






Berangkat dari hobi Shian Yu belajar bahasa asing, ia menyetujui saran temannya untuk berbisnis kamus elektronik 23 tahun silam. AlfaLink, pionir kamus elektronik bahasa Indonesia itu telah berkembang luas hingga ke mancanegara. Mereka mendirikan kantor cabang di Singapura, Kuala Lumpur, Hong Kong, Taiwan dan Los Angeles.Brand asal Bandung ini berdiri sejak tahun 1990 dan fokus pada penyediaan perlengkapan adventure. Untuk menjangkau pasar global, Eiger tetap memakai merk sendiri supaya tumbuhbrand awareness di kalangan konsumen global. Melalui riset pasar tas yang dilakukan, Eiger memposisikan diri di kelas menengah yang lebih mementingkan kualitas dan harga ketimbang merk sebagai target pasar. Eiger telah merambah ke Singapura, Malaysia, Brunei dan juga Jerman sebagai pintu masuk menuju pasar Eropa. EigerSabbatha, adalah produk tas tangan yang sudah sangat mendunia. Dengan materi kulit yang dipadukan dengan berbagai materi seperti batu-batuan, ukiran perak, dan lain-lain, Sabbatha benar-benar menonjolkan kekayaan alam Indonesia. Tas-tas Sabbatha sangat diminati konsumen bahkan mampu menarik perhatian sosialita dunia, seperti Katie Holmes dan supermodel Elle Mc Pherson. Untuk pasar mancanegara, tas Sabbatha mudah dijumpai di beberapa kota, seperti Mumbai, Hawai, Roma, Amsterdam, Milan, Cannes, Florence, Sydney, Tokyo, Moskow, dan St. Tropez. Bangganya, produk terkenal tersebut ternyata hasil karya putra Indonesia bernama Sabbatha Rahzuardi Maya Dwianto.
sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/516fbb36582acf2d41000001/brand-asli-indonesia-yang-disangka-produk-luar-negri/
Comments
Post a Comment